PRESENTASI
Nama : Rani. A. Simbolon
Semester : V (Lima)
Mata Kuliah : Konseling
Dosen : Erni. kadJi Naat, M.Th
Sumber Buku : Konseling Kristen Yang Efektif ; Dr. Gary R
Collins
LATAR
BELAKANG
Problem hidup manusia
semakin banyak dan kompleks, mereka memerlukan pertolongan dari orang lain
untuk menyelesaikan problem itu, kemudian mengembangkan diri untuk hidup yang
lebih baik setelah problem itu selesai dan akhirnya mereka dapat menikmati
kasih Allah dalam kehidupan sehari-hari. Namun problem ini dimulai ketika
manusia jatuh kedalam dosa hingga sekarang.
Untuk itulah STT IKSM
menyediakan program studi Pendidikan Agama Kristen dengan konsentrasi Konseling
Kristen yang memperlengkapi para mahasiswa untuk menjadi konselor yang
profesioanal dan alkitabiah. Konselor Kristen menunjukkan Kasih Yesus, ketika
ia memperhatikan dan menolong orang lain dalam kesulitannya. Orang tersebut menceritakan
masalahnya kepada konselor di tempat aman, sambil mencurahkan perasaannya.
Konselor mendengarkannya dengan baik, lalu menolongnya mencari solusi efektif
untuk mengatasi masalahnya. Diharapkan orang tersebut kembali dengan lega.
Yakub .B. Susabda dalam
Bukunya “Pastoral Konseling” jilid 2,
menuliskan bahwa Anger adalah keadaan Emosi yang bisa dialami oleh setiap orang
pada saat-saat tertentu , yang bisa diekspresikan secara terpendam maupun
terbuka terang-terangan , yang bisa berlaku singkat bisa pula memakan waktu
yang panjang dalam bentuk kebencian , dendam dsb. Anger dapat merusak seesuatu yang
destrusctive (Merusak) khususnya kalau Merupakan Ekspresi emosi yang tidak
dikendalikan ; bisa juga merupakan sebuah kontructive (Membangun) kalau memotivir
kita untuk mengoreksi kesalahan atau mengingat kita untuk dapat berpikir secara
lebih baik.
Pada umumnya anger muncul
atau terjadi kalau proses perjalanan hidup kita untuk mencapai sesuatu yang
kita inginkan terhambat. Dan hambatan / blocking ini biasanya akan mempengaruhi
reaksi phisik maupun emosi orang yang bersangkutan. Sekali lagi reaksi ini bisa
ditekan dan disembunyikan bisa pula diekspresikan terang-terangan dalam bentuk
tindakan. Yang pasti bahwa anger ini merupakan faktor yang sangat menentukan
timbulnya macam-macam penyakit, kesususahan, inecficiency kerja, pertengkaran,
frigidity dan macam-macam gangguan lain.
Menurut penelitian bahwa
penyebab timbulnya kemarahan yang mereka alami bahwa 80 % kemarahan mereka
disebabkan oleh karena sikap dan perbuatan –orang-orang lain lebih dari pada
disebabkan oleh karena keadaan atau peristiwa tersebut. Hal menunjukkan bahwa
banyak gejala-gejala atau hal-hal yang muncul yang terjadi dalam setiap manusia
khususnya secara individu untuk itu gereja sangat berperan aktif dalam membantu
keadaan-keadaan ataupun permasalahan yang terjadi.
Gereja dan
konseling Kristen
Konseling adalah
hubungan timbal balik antara dua individu, yaitu konselor yang berusaha
menolong atau membimbing dan konsele yang membutuhkan pengertian untuk
mengatasi persoalan yang dihadapinya. Dalam hal ini seorang konselor Kristen
akan berusaha mengaplikasikan kebenaran Firman Tuhan atas persoalan-persoalan
hidup ini.
Sebagai konselor Kristen
,kita seharusnya belajar bagaimana Tuhan Yesus mempersiapakan murid-murid-Nya
untuk keluar melayani. Ia memberikan kuasa dan penghiburan , bahwa mereka tidak
sendiri oleh karena kuasa dari Tuhan akan menyertai mereka (Mat 10:1). Ia juga
berpesan kepada mereka kemana mereka harus pergi dan tempat-tempat apa yang
harus dihindari (Mat 10:5,6). Kisah rasul-Rasul dan surat-surat dalam
Perjanjian Baru mencatat bahwa kadang-kadang gereja mula-mula juga menghadapi
ketegangan-ketegangan, persoalan-persoalan, iri hati dan pertikaian-pertikaian.
Tetapi Alkitab juga mnyaksikan bahwa pada mulanya mereka mempunyai persekutuan
yang indah.
Hal ini menunjukkan bahwa
tidak jauh dengan keadan gereja masa kini pertikaian, penolakan, bahkan
kelompok-kelompok ecil yang berhimpun mendapatkan penolakan dari tetangga atau
pemerintah. Namun jemaat merupakan kumpulan dari orang-orang yang saling
memperhatikan. Onseling Kristen akan
lebih efektif dan konsele akan lebih mudah mengatasi persoalan-persoalan jika
mereka menjadi bagian dari jemaat yang saling memperhatikan kebutuhan satu
dengan yang lain.
Memperhatikan
satu Dengan Yang Lain
Dalam amanat-Nya yang
agung, Tuhan Yesus memberi tugas dan tanggung Jawab bagi gereja, yaitu
penginjilan dan pengajran. Biasanya penginjilan selalu disertai dengan
pengajaran Kristen. Hal itu meliputi, pengetahan tentang Alkitab, dasar-dasar
Alkitab untuk kehidupan Kristen dan Doktrin tentang Allah , keselamatan, doa
dan lain-lain. Banyak sekali gereja lupa, bahwa Tuhan Yesus juga mengajar
mengenai pernikahan, hubungan dengan anak, kemiskinan dan kebebasan bagi
manusia. Artinya bahwa tidak cukup jikalau hanya mengajar doktrin saja akan
tetapi mengajar bagaimana menciptakan hubungan yang baik dengan Allah, sesama
dan diri sendiri. Alkitab membrikan perintah untuk mengasihi satu dengan yang
lain, menerima , menasehati, memperingngatkan, melayani, mnghibur, menanggung
beban dan lain-lain sehingga setiap anggota jemaat mempunyai hati yang mau
memperhatikan sesama sesuai dengan apa yang diajarkan Alkitab yaitu :
1.
Mempunyai perhatian yang mendalam à dibutuhkan
KASIH seperti kita mengasihi diri sendiri yang lebih daripada mengagumi,
menyukai dan menunjukkan simpati dan hanya mencoba mengerti persoalan.
2.
Mencoba untuk mengerti
3.
Menghargai dirinya
4.
Berani dan rela memikul resiko
5.
Rela menerima pertolongan orang lain.
Apakah ciri-ciri utama dari sikap memperdulikan sesama ?
Kasih
Kasih adalah sesuatu yang
praktis, penuh belas kasihan. Kasih menjadi begitu dinamis pada saat kita
tempatkan dalam konteks “memperdulikan sesama”. Kasih yang emikian lahir dari
Bapa dan seharusnya menjadi sifat utama pengikut Kristus (1 yoh 4:7,11). Kasih
adalah modal utama dalam setiap pelayanan kita, dan kasih yang murni timbul
bila kita sudsh diperbaharui oleh kasih Kristus dan membiarkan seluruh hidup
kita dikontrol oleh Roh Kudus. Tempat yang paling tepat untuk mulai menerapkannya adalah digereja,
karena anggota-anggota tubuh Kristus merupakan kumpulan dari orang-orang yang
dipenuhi Roh Kudus.
Kesabaran
Kita baru mengerti
perlunya kesabaran bila kita menghadapi kasus dimana ada konsele tidak menunjukkan
adanya perubahan apa-apa. Sama seperti kasih, kesabaran juga datangnya dari
Allah, dan merupakan buah-buah Roh gal 5:22, yang seringkali muncul dengan
lambat dan justru timbul melalui kesulitan-kesulitan (Yak 1:2-5).
Seorang yang sabar mau memeberikan kesempatan
kepada orang lain untuk tumbuh pada waktunya, memberi kesempatan untuk berpikir
tanpa menekan atau memaksa untuk mengambil keputusan secepatnya.
Keterbukaan
Bila seseorang ingin ditolong ia harus menyadari apa yang ada dalam
perasaannya bahkan yang negatif dan memalukan sekalipun.
Pengharapan
Pengharapan Kristen bukan berarti mendorong orang untuk menolak realita
yang mereka hadapi, dengan menghabiskan waktu berkahyal atas hal-hal yang tidak
realistis. Pengharapan bagi orang Kristen adalah bersukacita dalam
kebijaksanaan dan kemurahan Allah, berarrti menerima kenyataan bahwa jalan dan waktu
Tuhan selalu tepat dan terbaik, sehingga mendorong kita mencari pimpinan-Nya,
belajar untuk berkata “bapa Kehendak-Mu lah Yang Jadi”.
Fleksibelitas
Memperdulikan orang lain berarti kita hrus menerima mereka , mau bertumbuh
dan rela untuk belajar dan mengubah diri sendiri.
Kerendahan
hati
Tak seorangpun dapat kita tolong jikalu kita tidak mau benar-benar
memelihara diri dengan kerendahan hati dengan orang yang kita layani.
Kerendahan hati bukanlah tehnik berpura-pura, tetapi sungguh tulus, mau belajar
dan tidak memegahkan diri dengan apa yang dibuatnya terhadap sesama.
Apakah arti “Gereja yang paling memperdulikan ?”
Kita hidup disekeliling orang-orang yang membutuhkan pertolongan, yang
kesepian, yang hidupnya kosong, keluarga-keluarga berantakan, yang miskin, yang
mengalami ketidakadilan, kejahatan dan problema-problema kehidupn yang lain.
Memang geraja sudah berusaha mengangani ini dengan berbagai cara, tetapi
kadang-kadang kita menjadi begitu aktif dalam pelayanan sosial dan justru
mengesampingkan kebutuhan masyarakat dan memandang bahwa penginjilan adalah
tanggung jawab yang paling utama dari orang-orang yang membutuhkan pertolongan
ini.
Tuhan Yesus tidak hanya
berkotbah kepada banayak orang tetapi Ia juga memperhatikan kebutuhan-kebutuhan
pribadi mereka seharusnya gereja juga elakukan hal yang sama. Kita harus
memberitakan injil tetapi kita juga harus melayani mereka. Gereja yang saling memperdulikan harus memiliki 9
tanda, meskipun setiap gereja adalah unik dan kondis masing-masing gereja tidak
sama :
1.
Terdiri dari jemaat yang percaya pada Tuhan Yesus
sebagai Jurus selamat dan mau hidup sesuai dengan kebenaran Firman-Nya.
2.
Pemimpin-pemimpin gereja yang saling memperdulikan
termasuk pendetanya, terdiri dari orang-orang yang benar-benar rindu untuk tumbuh
sebagai anak-anak Allah dan dengan tulus memperhatikan kebutuhan orang lain.
3.
Suasana kebaktian di gereja yang saling emperdulikan
berpusatkan pada Kristus dan pembinaan persaudaraan.
4.
Gereja yang saling memperdulikan jug memberikan
kesempatan bagi jemaat untuk saling menenggung beban dan saling membantu,
sehingga ada kesempatan bagi pendeta untuk bekerja sama dengan jemaat untuk
saling mendukung dalam pelayanan.
5.
Kelompok doa, PA dan pelaanan luar juga diteknkan.
6.
Pra pengajar juga memperhatikan kebutuhan murid-murid-Nya.
7.
Mempunyai beban misi, tidak sahja bagi masyarakat
sekitar tetapi juga di bagian dunia yang lain.
8.
Memberikan kesempatan kepada jemaat untuk memberikan
persembahan maupun pelatyanan mereka dalam berbagai bidang.
9.
Jabatan kepemimpinan diberikan kepda mereka yang
mendemonstrasikan sikap dan perbuatan sebagai sikap dan perbuatan murid Kristus
yang patut di teladani dan pada saat mereka yang sungguh-sungguh memperhatikan
selamanya.
Dalam 1 petrus 2:5, gereja di ibaratkan sebagai bangunan yang terdiri dari
batu-batu yang hidup dan persekutuan dengan iman yang memeprsembahkan korban
yang hidup dan kudus bagi Allah. Dan sebagai jemaat kita adalah persekutuan
para imam, yaitu orang-orang yang mempersembahkan persembahan rohani kepada
Tuhan. Kita tidak lagi memebrikan korban bakaran akan tetapi tubuh kita lah
yang menjadi korban yang hidup bagi Allah (Roma 12:1).
Bagaimana
Hubungan antara sikap saling memperdulikan dengan Konseling?
Sebenarnya tidak ada
gereja yang dapat menjadi tubuh Kristus yang saling memeperdulikan, jikalau
para pemimpinnya sendiri tidak dapat menjadi model yang baik. Tuhan Yesus
adalah satu-satunya model yang sejati. Tuhan Yesus dan jemaat mula-mula
memperdulikan orang lain dengan beberapa cara; mereka menghibur yang susah,
melayani orang yang sakit, memberi makan yang lapar, menguatkan yang lesu,
memberi semangat yang kecewa , mendoakan dst. Mereka juga membimbing
orang-orang yang mempunyai masalah-masalah mental dan rohani.
Bertahun-tahun, banyak
konselor yang profesional terpengaruh oleh ajaran dari frud. Di luar konseling,
freud bertemu secar pribadi dengan konselenya. Ia tidak menaruh perhatian
kepada keluarga konsele dan orang-orang yang memperdulikan keadaannya, seperti
gereja dan lain sebagainya. Baginya cukup hanya konsele dan konselor saja.
Namun banyak hamba Tuhan menolak teori Freud, namun secara praktis telah
menerima pandangannya, bahwa konseling harus melibatkan dua orang saja, dan sebaiknya dilakukan dalam kamar
praktek. Buku-buku yang mula-mula ditulis Freud tidak melihat pentingnya
melibatkan keluarga, suami-istri bukan kelompok-kelompok orang-orang lain.
Padahal Tuhan Yesus selalau melibatkan orang-orang lain dalam bimbingan dan
pelayanannya.
Kesimpulan :
Jadi,Sejak
Zaman dahulu sampai masa kini manusia sudah banyak mengalami masalah dan hal
ini akan mempengaruhi banyak aspek hidup manusia sehingga manusia harus
dibimbing dan diberi perhatian. Dan
masalah ini dimulai sejak manusia jatuh kedalam dosa dan hingga sampai sekarang.
Sehingga gereja berperan akan memberi perhatian khusus bagi orang-orang
yang membutuhkan. Gereja akan bangkit
dan memperdulikan akan tetapi sebagai modalnya harus mempunyai KASIH ataupun
Buah-buah Roh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar